Jasa rakyat Aceh terhadap negeri
ini sungguh amat besar. Ketika pemerintah pusat di Yogya ditangkap Belanda
dalam perang mempertahankan kemerdekaan, dibentuklah PDRI (Pemerintahan Darurat
RI) yang berpusat di Bukittingi, Sumatera Barat. Yang tidak diketahui khalayak
banyak, semua pengeluaran dan dana operasionil PDRI ini dibiayai oleh rakyat
Aceh.
Dari dana operasionil Staf Angkatan Laut, dan Staf Angkatan Udara, misi
diplomasi Dr. Soedarsono ke India dan L. N. Palar di markas besar PBB di New
York, AS, dana operasional perwakilan RI di Penang dan Singapura, ongkos
pengeluaran duta keliling RI Haji Agus Salim dan biaya konferensi Asia di New
Delhi, India, seluruhnya juga ditanggung oleh rakyat Aceh.