expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Disini

Minggu, 25 Agustus 2013

Kisah Tragis di Balik Lagu "Nina Bobo"

Nina bobo, oh.. nina bobo..
Kalau tidak bobo di gigit nyamuk... Pasti pembaca tahu
dong dengan sepenggal lirik lagu
di atas? Ya.. Itu adalah lagu yang berjudul Nina Bobo
dan lagu tersebut biasa nya di nyanyikan disaat kita
mau tidur ketika kita masih kecil (anak-anak). ... Lagu
tersebut sudah ada sejak nenek moyang kita




Tapi tahu kah anda di balik lagu yang cukup
sederhana itu ada kisah tragis di balik ceritanya?
Kelihatan memang gak ada yang ganjil dari lagu
tersebut, tapi pernahkah anda coba bertanya pada
seseorang tentang siapakah gadis bernama Nina dari lagu
tersebut?


Beberapa dekade setelah kedatangan Cornelis de
Houtmen di Banten, warga negara Belanda dari
berbagai kalangan sudah memenuhi pulau Jawa dan
pulau-pulau lainnya di Indonesia. Alkisah seorang
gadis belia asal Belanda bernama Nina Van Mijk, gadis
yang berasal dari keluarga komposer musik klasik
sederhana yang menetap di Nusantara untuk
memulai hidup baru karena terlalu banyak saingan
musisi di Belanda. Hidup Nina berjalan normal seperti
orang-orang


Belanda di Nusantara pada umumnya, berjalan-jalan,
bersosialisasi dengan penduduk pribumi, dan
mengenal budaya Nusantara. Kedengaran indah
memang, tapi semenjak kejadian aneh itu keadaan
menjadi berbanding terbalik. Kejadian aneh itu terjadi
pada suatu malam badai, petir gak henti-hentinya
saling bersahutan. Dari dalam kamarnya Nina
menjerit keras sekali, di ikuti suara vas bunga yang
terjatuh dan pecah.


Ayah, Ibu serta pembantu keluarga Nina
menghambur ke kamar Nina. Pintu terkunci dari dalam,
akhirnya pintu itu didobrak oleh ayah Nina.
Dan satu pemandangan mengerikan disaksikan oleh
keluarga itu, terlihat diranjang tidur Nina melipat
tubuhnya kebelakang persis dalam posisi kayang
merayap mundur sambil menjerit-jerit dan sesekali
mengumpat-ngumpat dengan bahasa Belanda.
Rambutnya yang lurus pirang menjadi kusut gak
keruan, kelopak matanya menghitam pekat. Itu
bukan Nina, itu adalah jiwa orang lain didalam tubuh
Nina. Nina Kerasukan! Sudah seminggu berlalu semenjak
malam itu, Nina


dipasung didalam kamarnya. Tangannya diikat
dengan seutas tambang. Keadaan Nina makin
memburuk, tubuhnya semakin kurus dan pucat,
rambut pirang lurusnya sudah kusut gak karuan. Ibu
Nina hanya bisa menangis setiap malam ketika
mendengar Nina menjerit-jerit. Ayah Nina gak tahu
harus berbuat apa lagi, karena kejadian aneh seperti
ini gak pernah diduganya. Karena putus asa dan gak
tahan melihat keadaan anaknya, ayah Nina pulang ke
Belanda sendirian meninggalkan anak dan istrinya di
Nusantara. Pembantu rumahnya pun pergi meninggalkan
rumah itu karena takut. Tinggallah Nina
yang dipasung dan Ibunya disatu rumah yang gak
terurus.


Kembali lagi pada satu malam badai namun aneh,
saat itu terdengar Nina gak lagi menjerit-jerit seperti
biasanya. Kamarnya begitu hening, perasaan ibu Nina
bercampur aduk antara bahagia dengan takut.
Bahagia bila ternyata anaknya sudah sembuh, tetapi
takut bila ternyata anaknya sudah meninggal.
Ibu Nina mengintip dari sela-sela pintu kamar Nina,
dan ternyata Nina sedang duduk tenang diatas
ranjangnya. Gak berkata apa-apa tapi sejurus kemudian
dia menangis sesengukan. Ibu Nina


langsung masuk kedalam kamarnya dan memeluk
Nina erat-erat. Sambil menangis nina berkata:
“Ibu, aku takut..”


Lalu Ibunya menjawab sambil menangis pula.
“Gak apa nak, Ibu ada disini. Kamu gak perlu menangis
lagi, ayo kita makan. Ibu tahu kamu pasti
lapar..”


“Aku gak lapar, tetapi bolehkah aku meminta
sesuatu?”


“Apapun nak..! apapun..!!”


“Aku ngantuk, rasanya aku akan tertidur sangat pulas.
Mau kah ibu nyanyikan sebuah lagu pengantar
tidur untukku?”


Ibu Nina terdiam, agak sedikit gak percaya dari apa
yang didengar oleh anaknya. Tapi kemudian ibu Nina
berkata sambil mencoba tersenyum.


“Baiklah, ibu akan menyanyikan sebait lagu untukmu..”
Saya yakin anda sudah tahu lagu apa yang
dinyanyikan oleh Ibu Nina. Setelah sebait lagu itu Nina
terlelap damai dengan kepala dipangkuan ibunya,
wajah anggunnya telah kembali. Ibu Nina menghela
nafas lega, anaknya telah tertidur pulas. Tapi.. Nina gak
bergerak sedikit pun, nafasnya gak
terdengar, denyut nadinya menghilang, aliran
darahnya berhenti. Nina telah tertidur benar-benar
lelap untuk selamanya dengan sebuah lagu ciptaan
ibunya sebagai pengantar kepergian dirinya setelah
berjuang melawan penderitaan. Konon katanya ketika
anda menyanyikan lagu ini


untuk pengantar tidur anak-anak anda yang masih
kecil (bayi), tepat ketika anda meninggalkan kamar
tempat anak anda tertidur. Nina akan datang ke
kamar anak anda dan membuat anak anda tetap
terlelap hingga keesokan paginya dengan sebuah lagu.


sumber: http://www.jarang-jarang.com/2013/04/kisah-tragis-dibalik-lagu-nina-bobo.html 

 ----------------------------------------------------------------------------------------
Translate:


                                        Tragic story Behind the Song "Nina Bobo"

Nina bobo, oh.. nina bobo..
Kalau tidak bobo di gigit nyamuk...


Sure all of you knows
dong with a piece of song lyrics
above? Yes .. It was a song called Nina Bobo
and the song in his usual sing when we
going to bed when we were kids (the kids). ... song
it has existed since our ancestors


 But to know whether you are behind a pretty songit's simple tragic story behind the story?There does not seem odd from a songit, but have you ever tried to asksomeone about whom the girl named Nina on trackThe?Several decades after the arrival of Cornelis deHoutmen in Banten, Dutch citizens ofvarious groups already meet Java andother islands in Indonesia. Once aDutch young girl named Nina Van Mijk, girlwho comes from a family of classical music composerssimple living in the archipelago tostart a new life because of too much competitionmusicians in the Netherlands. Nina normal life likepeopleDutch in the archipelago in general, take a walk,socialize with the natives, andknow the culture of the archipelago. Beautiful soundindeed, but since it is a state of strange eventsto be inversely proportional. The bizarre incident occurredon a stormy night, lightning not ceaseshouted to each other. From inside her room Ninascreamed so loudly, the sound followed vasefell and broke.Dad, Mom and the family maid NinaNina burst into the room. The door was locked from the inside,finally the door was broken into by Nina's father.And a terrible sight witnessed byThe family, seen in bed sleeping Nina foldexactly in the position of his body backward kayangcreeping backwards screaming and occasionalswearing-ngumpat with Dutch language.Straight blonde hair to not tanglecrazily, his eyelids blackened slab. ItNina is not, it is another soul in the bodyNina. Nina Possession! Already a week has passed sincethat night, Ninawere locked in his room. His hands were tiedwith a rope. Nina circumstances moreworse, his body was thinner and paler,her straight blond hair was tousled not known. MotherNina could only cry every night whenNina heard screaming. Nina's father did not knowwhat to do anymore, because strange things likeis not ever expected. In despair and nothold the view that their children, Nina's father returned toHolland alone leaves his wife and children inArchipelago. Her maid was leftthe house for fear. Stay NinaHis mother was the one who put in the stocks and houses that do notneglected.Back again on a stormy night, but strange,Nina then there was not another screaming likenormally. Her room is so silent, feeling the mother Ninamixed between happy with fear.Happy when it turns out his son was healed, butfear when it turns out his son was dead.Mrs. Nina peeking from between the bedroom door Nina,and it turns out Nina was sitting quietly onbed. Not saying anything but a moment latershe cried sesengukan. Mrs. Ninaimmediately into her room and hugNina tightly. Nina tearfully said:"Mom, I'm scared .."Then the mother said with tears anyway."Not what, son, mother is here. You do not need to cryAgain, let's eat. I know you musthungry .. ""I'm not hungry, but can I just asksomething? ""Whatever kid ..! whatever ..! ""I'm sleepy, I think I'll sleep very soundly.Want to whether mothers sing a lullabysleep for me? "Mother Nina was silent, a little bit of what you do not believewere heard by his son. But then the mother Ninasaid, trying to smile."All right, mother will sing you a song couplet .."I'm sure you already know what songsung by Mrs. Nina. After couplet song that Ninapeacefully asleep with her head on her knees,gracefully face has returned. Mrs. Nina drewsigh of relief, his son had fallen asleep. But .. Nina notmotionless, not breathingsound, pulse disappears, the flowblood stopped. Nina had actually fallen asleepasleep for good with a song creationhis mother as an introduction to his departure afterstruggle against suffering. It is said that whenyou sing this songbedtime for your children who are stillsmall (baby), right when you leave the roomplace your child fall asleep. Nina will come toyour child's room and make your child's stayasleep until the next morning with a song.

2 komentar:

  1. ArenaDomino Partner Terbaik Untuk Permainan Kartu Anda!
    Halo Bos! Selamat Datang di ( arenakartu.org )
    Arenadomino Situs Judi online terpercaya | Dominoqq | Poker online
    Daftar Arenadomino, Link Alternatif Arenadomino Agen Poker dan Domino Judi Online Terpercaya Di Asia
    Daftar Dan Mainkan Sekarang Juga 1 ID Untuk Semua Game
    ArenaDomino Merupakan Salah Satu Situs Terbesar Yang Menyediakan 9 Permainan Judi Online Seperti Domino Online Poker Indonesia,AduQQ & Masih Banyak Lain nya,Disini Anda Akan Nyaman Bermain :)

    Game Terbaru : Perang Baccarat !!!

    Promo :
    - Bonus Rollingan 0,5%, Setiap Senin
    - Bonus Referral 20% (10%+10%), Seumur Hidup


    Wa :+855964967353
    Line : arena_01
    WeChat : arenadomino
    Yahoo! : arenadomino

    Situs Login : arenakartu.org

    Kini Hadir Deposit via Pulsa Telkomsel ( Online 24 Jam )
    Min. DEPO & WD Rp 20.000,-

    INFO PENTING !!!
    Untuk Kenyamanan Deposit, SANGAT DISARANKAN Untuk Melihat Kembali Rekening Kami Yang Aktif Sebelum Melakukan DEPOSIT di Menu SETOR DANA.

    BalasHapus